Feng Shui: Rumah Tusuk Sate dan Penyebab Diyakini Membawa Sial

Feng Shui: Rumah Tusuk Sate dan Penyebab Diyakini Membawa Sial
Dalam kepercayaan masyarakat Cina atau Feng Shui, telah umum diketahui jika rumah yang terletak di bawah jalan alias rumah tusuk sate dapat membawa kesialan bagi penghuni rumah. Apa sebabnya?
 
Mengutip dari laman Tempo yang terbit pada 23 desember 2021 lalu, Feng Shui merupakan sebuah ilmu topografi warisan masyarakat Tionghoa kuno. Bila dipilah kata per katanya, Feng berarti angin. Sedangkan Shui berarti air. bila diartikan secara istilah, maknanya kehidupan manusia memiliki koneksi dan berbaur dengan lingkungan di sekitarnya.
 
Ilmu ini digunakan sebagai prinsip dalam mendirikan bangunan, menempatkan barang, hingga merancang tata kota di Cina. Disamping itu, Feng Shui juga dipercaya oleh masyarakat Cina dapat memberi keselarasan dan keseimbangan untuk memberi kedamaian dan kemakmuran dalam kehidupan.
 
Aliran Chi di Rumah Tusuk Sate
Di antara ajaran yang populer dalam Feng Shui adalah rumah tusuk sate. Menurut feng shui, rumah tusuk sate memiliki aliran chi yang sangat kuat, sehingga aliran chi tersebut bisa merusak. Feng shui juga menganalogikan hal ini seperti aliran angin yang masuk ke dalam lorong.
 
Rumah tusuk sate yang terletak dibawah jalan, dianggap lebih sulit di atasi dibandingkan dengan rumah yang posisinya di atas jalan. Namun, jika rumah tersebut memiliki tanah yang luas, di atas 300 meter persegi, hal tersebut diangap masih bisa diatasi.
 
Terlepas dari tradisi maupun budaya, terdapat beberapa kepercayaan yang diakui bahwa rumah tusuk sate bisa berdampak buruk pada penghuni rumah, seperti kehidupan keluarga menjadi kurang harmonis, keluarga rawan terkena penyakit, rentan tertimpa nasib buruk, bahkan sulit mendapat rezeki.
 
Namun, ada beragam solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah kesialan dari rumah tusuk sate. Menurut Kang Sing Hwat seorang pakar Feng Shui, berikut di antara cara mengatasinya:
 
1. Menghindari bagian penting rumah dari persimpangan tusuk sate.
Salah satunya yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari sisi penting rumah dari persimpangan tusuk sate. Contohnya adalah pagar ataupun pintu utama.
 
Menurut Kang, pintu utama tidak boleh menghadap langsung menuju persimpangan. Ia menambahkan jika itu adalah kesalahan fatal dalam ilmu feng shui 
 
2. Pelihara bambu di depan rumah
Pohon bambu telah dianggap sebagai salah satu tanaman pembawa keberuntungan. Kang menganjurkan untuk memelihara bambu di depan rumah tusuk sate untuk penangkal kesialan.
 
Ditengarai, batangnya yang bersifat lentur berpotensi menetralisir nasib buruk penghuni rumah tusuk sate. 
 
3. Membuat kolam
Kang juga berujar jika di antara solusi bagi penghuni rumah tusuk sate adalah dengan membuat kolam. Sebab kolam juga dapat menjadi penetralisir nasib sial dari rumah tersebut.
 
Namun yang perlu diperhatikan, pembuatan kolam tidak dilakukan serta merta tanpa ilmu Feng Shui. Sebaliknya, harus didasarkan pada pertimbangan dari perhitungan dari ilmu tersebut.
 
Namun bagi anda yang telah memiliki rumah di posisi tusuk sate tersebut, bukan berarti harus bersedih atau segera mengemasi barang untuk pindah rumah. Sebab, sebagaimana yang telah diterangkan diatas bahwa rumah tusuk sate merupakan masalah dari persoalan.
 
Di sini feng shui juga melihat bahwa berbagai keburukan yang datang bisa terjadi karena penghuni tidak cocok dengan lokasi tersebut atau jika keberuntungannya sedang turun.
 
Namun sebaliknya, jika penghuni rumah merasa cocok dengan lokasi tusuk sate, justru bisa terbalik dengan anggapan yang telah masyhur selama ini. Masih dalam Feng Shui, penghuni malah berada pada kondisi sehat, keuangan dan keharmonisan keluarga justru semakin membaik, karena disebabkan oleh aliran chi yang kuat tersebut. 
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 03 Agustus 22 - 07:45 WIB
Dalam Kategori : SLOTONLINE, SLOTGACOR, SLOTAMD, PLAYTOWIN, JACKPOT, SLOTGAMES, AMDBET, AMDGACOR
Dibaca sebanyak : 11 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback